Posts

Showing posts from 2016

Pernah

Pernah, di setiap pukul 13:00 kita mulai tatapa wajah setiap hari di setiap weekday dan kemudian saling berpaling pada pukul 17:30. Pada masa aku sibuk pada duniaku sendiri beberapa orang simpang siur dihidupku. Kita bercerita tentang kehidupan, asmara dan perkampungan. Sebenarnya harus ku akui aku tak sedikitpun berpikir untuk lebih dari sekedar teman denganmu. Bagiku, hanya karena sering saling bercerita bukan berarti kita lantas bersahabat. Meski saat sekumpulan dari kita menjauhimu namun saya teguh tetap berbicara dan mendengar curhatanmu. Aku pikir perilaku tersebut sudah menjadi kebiasaanku, tidak bisa melihat orang dikucilkan. Ternyata bagimu itu adalah kehangatan. Betapapun buruk sangkaan mereka terhadapmu, seperti biasa aku cuek dan tetap berteman denganmu karena bagiku itu menjadi hak dan batasanmu. Pernah satu kali aku merajuk, kau begitu peka dan meminta maaf via inbox media sosial meski tak kau ketahui apa kesalahnmu. aku hanya membacanya tanpa membalas dan membahas p...

Masih Menunggu

Sejak akhir bulan lalu berulang kali dia bertanya kapan waktu yang tepat untuk berkunjung di tempatku?. "Menurutmu, bagusnya kapan?" tanyanya via chat media sosial. Aku bingung di sela waktuku yang sempit mengapa dia harus datang? Tidak bisakah bulan depannya lagi? Bukannya tidak senang, saya tahu persis bagaimana saya ingin jalan dan menghabiskan waktu dengannya. Akhirnya aku ikut saja jadwal yang diinginkannya. Harusnya hari Rabu kemarin saya ke kota tempatku membuat KTP. Banyak surat -surat penting yang perlu di urus setelah hilang karena dijambret. Namun, rencana itu batal karena waktu yang begitu sempit dan kuputuskan urusan itu diurus bulan depan saja. Hari ini via media sosial dia memberi informasi berangkat jam 15.00. Aku mulai tidak fokus pada hal lain selain menunggu dan menduga - duga sendiri. Kemungkinan dia tiba malam hari. Aku bertanya sendiri, akankah dia tiba lebih cepat? Bisakah kami menyempatkan waktu bersama di cafe nanti? Atau dia akan kelelahan kemudi...

There’s Nothing - JUNG YEOP [49 DAYS OST]

목살며시 눈물이 무심코 흘러와 (Moksalmyeosi nunmuri musimko heulleowa) Tiba-tiba airmata jatuh tanpa aku menyadarinya 니가 씻겨 내릴까봐 수없이 훔쳐내 (Niga ssitgyeo naerilkkabwa sueobsi humchyeonae) Aku mencoba untuk mengusapnya, mengusapnya berkali-kali 지울 수 있는데 잊을 수 있는데 (Jiul su inneunde ijeul su inneunde) Walaupuan bisa menghapusnya, walaupun bisa melupakannya 너 없는날 아무리 생각해도 눈물이 (Neo eomneun nal amuri saenggakhaedo nunmuri) Tanpamu, tak peduli bagaiamana aku berpikir, airmata ini 아무말도 없었던 니가 떠나간건 니가 아니길 ...

Kebiasaan

Kebiasaan. Yup, kamu punya kebiasaan? Saya juga ada. Tapi kali ini saya tidak ingin membahas kebiasaan kamu ataupun saya. Karena baru ada mood, maka mari membahas kebiasan kami. Kebiasaan penulis dan orang yang dicintainya. Setiap pasangan memiliki kebiasaan ketika bersama. Tapi tak jarang kebiasaan juga ada bagi mereka yang dalam hubungan jarak jauh *baper. Mengapa baru kali ini saya membahas pria itu?  Hahah karena terlalu banyak cerita yang membuat saya yakin bakalan capek jika dituliskan. Jadi ini hanya akan singkat, karena saya hanya mengetiknya lewat mobile phone . Sebut saja dia Padj. Padj ini orangnya pemalu jika bertemu orang baru, kebalikannya saya percaya diri tinggi jika mood tentu saja 😁😁. Kita kenalan sejak Desember 2013 dan karena saya mepet butuh teman curhat jadinya asal curhat sama dia via sosmed. Meskipun 1 kampus, tapi kita tidak pernah bertemu ya karena itu, dia pemalu. Tapi pas ketemu cuma dalam 1 minggu kita jadian *ciee 😒. ...

Terlalu Mudah Berjalan di Jalan Lurus

Pada kebetulan ini, saya kebetulan online via laptop. semenjak smartphone begitu menarik di dunia maya, aku begitu malas membuka benda ini. Smartphone benar - benar seperti magnet bagiku. mulai dari bangun tidur hingga terlelap rasanya begitu gelisah tanpa memainkan ibu jari pada benda kecil ini. bahkan karena tarikan benda kecil tersebut, akhirnya aku menjalankan bisnis online agar ketertarikanku sedikit lebih bermanfaat. well, kebetulan lain adalah saat ini saya sedang duduk sendiri di sebuah cafe dengan pikiran yang begitu bercabang dan seperti biasa dibelakang leherku selalu saja sakit. Minuman yang ku pesan tinggal sedikit, hanya tersisa 20% dari keseluruhan. Apa yang ingin kuceritakan tadi? oh iyya, tentang perjalananku yang terlalu berliku. Dan serius, entah sekuat apa saya hingga di antara anggota populasi justru aku yang mendapat jalan brliku itu. Pembaca mungkin mengatakan bahwa ini begitu lebay. Tapi ini serius, karena begitu rumitnya liku itu, pada setiap belokan m...

Pejuangku

"Pejuang berganti yah??", berulang kali hal tersebut berbicara dalam benakku. Setiap mengingat hal tersebut, aku senyum sendiri. Aku pernah ragu terhadapmu, selalu mendorongmu dan saya takut kau mulai tak serius dan pasrah hingga tahun ini datang. Kini? Iya, aku yang pernah begitu bijak dengan nasehatku, kekhawatiranku dan kelihaian lidahku kini kaku dan segala nasihat aku "bulsh*tkan". "Aku realistis saja", "tidak, pokoknya saya maunya pasti -pasti saja", "Saya lagi tidak berani merangkai mimpi" semua kalimat itu dan sejenisnya mengalir dari mulutku tiap "pembangun" bertanya. Bahkan untuk menjadi kartini cantikpun aku enggan, kata nanti terus saja mendengung di kepalaku. Aku bertanya ke sana ke mari hanya untuk mendapat alas. Tak jarang aku tak mampu menahan hujan yang seenaknya mengalir setelah membuat kerongkonganku perih. Tiap kali aku berada di antar bunyi klakson, aku melamun, sendu dan kadang pula sumringah. Hey pej...

Ketika Berlalu

Ketika berlalu, bagiku hanyalah keikhlasan. Ikhlas melepaskan seseorang yg pernah kita ukir tuk masa depan. Ikhlas membelokkan semua arah rencanamu. Ada beberapa orang yg ku tinggalkan di masa lalu. Tidak semua ku sikapi sama. Menurutku, aku memperlakukan mereka berbeda - beda namun tetap adil. Ada orang yg lebih dulu meninggalkanku dengan alasan yg jelas, orang2 seperti ini yang paling sulit, aku tak biasa dengan kata tiba2. Aku selalu butuh waktu tuk memulihkan diri. Ada orang yg pergi juga tiba2 tanpa tahu tuk membuat alasan yg tepat (dibumbui kebohongan). Dia boleh lebih dahulu pergi, tapi aku bahkan dengan cepat menyesuaikan diri dan untuk mengenangnya pun aku tak bisa lagi (bedakan ingin dan bisa). Orang seperti ini tdk menyisakan dendam bagiku namun rasanya benar2 aneh, aku tdk benci maupun suka, tapi ada rasa seperti kau benar2 tdk mengenalinya bahkan untuk bicarapun tidak. Untuk org seperti ini, saya bahkan mampu menatapnya lama tapi begitu malas bicara. Mungkin seperti...

Bising

Dulunya tempat itu adalah surga. Meski sederhana namun hembusan angin begitu tenang. Tanpa sesiapa hingga tanpa bisik2 dan bebas menggelak tawa. Hanya di tahun kedua ia berulang tahun. Serombongan datang. Ini membahagiakan andai tanpa budaya dan mampu menghargai. Kini tempat itu sewaktu - waktu jadi neraka. Bising dan menenggelamkan gelak tawa. Entah kapan ini berakhir. Kapan surga yang kami buat bersama dapat kembali? Jika mereka yang berwenang mengerti ini sedikit saja. Ini terlalu bising. Kami terusik hingga rasanya semua mimpi tak dapat lagi kami rangkai di sini. Ku mohon hentikan ini. Hentikan ini tanpa gesekan maupun amarah. #heavenofworld #Music #Ourplace #Pinrang 8 Juli 2016

Mari Lupakan Jarak Sejenak

D sini bgitu tenang. Tanpa gelak tawa. Sepi ini mencekam. Di luar masih hujan. Aku seperti berteduh, namun sungguh aku tertuntut tuk berada d sini. Aku memaksa diri beranjak. Meski suhu tubuhku tak bersahabat. Ku lalui hujan tanpa jas hujan. Kau harus disini. Oh tidak! Semestinya bgitu. Aku trlalu memaksakan diri. Kau harus tau. Wanita yang slalu kau anggap kuat mulai menggantung kekuatan padamu. Aku ingin kau di sini. Meski tak pandai beradu kata, kau kuatkanku Aku ingin kau di sini. Meski kau tak membantu,  keberadaanmu membuatku mampu. Hey aku begitu dilanda kantuk. Jika kau disini kau kan menggerutu karena menunggu. Karena gerutumu aku teralihkan dan tak mengantuk sedetikpun. Dapatkah kau disini. Mari kita lupakan jarak sejenak. #Coffelovers #Alone #Withoutyou #Wantgraduation

Jangan dipaksa hingga berat sebelah

Ini tentang kita. Kita yang semestinya mengikat saling mendukung Aku bukan mereka yang memotivasi dengan kelembutan. Aku adalah yang memperlihatkanmu apa yang nyata akan kau hadapi. Ini tak akan menjadi kita bila hanya berat sebelah. Siapa bilang, ini berlaku tuk sejoli Ini tetap berlaku pada ikatan lebih. Sesal datang terlalu terlambat terpaksa dikatakan tepat waktu. Setelah berkali berkata itu hanya kekeliruan diri. Anggap saja ia biasa ketika dia seperti yang biasa. Kenapa harus d paksa menjadi kita? Toh tetap saja ini biasa meski diri pandai mencairkan suasana. Yang ceria tetap butuh hiburan. Diri berhenti adalah langkah yang tepat. Tanpa rasa dendam pun, beban benar2 hilang. Jika diri mampu membuat yg semestinya dibuat, lalu mngapa dia tetap bertahan pada diam dan membela diri? IYA. Karena sejatinya ini tertimbang sebelah. Ini berat sebelah. Kini bicara berarti bulshit dan diam berarti munafik ! ~eds. BF. 22 Juni 2016

Kamu Dan Dia Sudah Pacaran Lebih Dari 2 Tahun? 10 Hal Ini Jadi Tanda Kalau Sebenarnya Kalian Adalah Pasangan Bahagia

Durasi lamanya hubungan antara kamu dan pasanganmu memang selalu seru untuk dibahas. Bukan sekadar membahas mengenai pertengkaran-pertengkaran kalian sepanjang perjalanan hubungan, tapi hal-hal lucu bahkan aneh yang Hipwee sajikan kali ini mungkin saja sudah kamu alami. Yuk, dibaca bareng-bareng sama pasanganmu… 1. Kentut atau ngupil sembarangan, adalah kebiasaan konyolnya yang sudah menjadi rutinitas dalam hubunganmu. “Sayang… aku mau ngomong nih…” “Udah deh nggak usah ngalihin obrolan, kamu kentut kan?” “Hehehehe, kok kamu tahu sih? Jangan-jangan kita jodoh” “Grrrrrrrrr#$$$#@%&*(^%” 2. Entah berniat romantis atau hanya rayuan. Kadang pasanganmu terlalu drama dalam mengungkapkan perasaan. Dalam sebuah percakapan random : “Babe, aku tahu selama ini aku nggak sempurna, tapi kamu mau kan jadi nenek dari cucu-cucuku?” “Yaelaaahhh, nikah aja belom!” “Hun… kayaknya kita berjodoh deh, kamu liat nggak lubang hidung kita sama-sama ada dua” (senyum sumringah) “Kamu mau ...

Our dung Story

Image
Hello Fikha, Elsa dan Alm. Ikha. How I miss u now. Kumpul lengkap lagi bakalan mustahil Saya bahagia pernah melalui waktu dengan kalian. Tapi yang paling saya sesali adalah selama kita kuliah, pertemuan dan ngumpul bareng menjadi sulit. Bagaimana kita mulanya bertemu… Saat itu saya adalah siswa pindahan dari SMA 21 Makassar ke SMA 2 Pinrang (sekarang SMA 6 Pinrang) dan kita dipertemukan di kelas XI IPA 1. Kita akrab bukan karena kalian baik untuk menyapaku dan menemaniku yang masih baru di sekolah tersebut hehehhe. Sebagai siswa baru, saya tidak tahu kursi yang mana yang menjadi tempat dudukku. Aku memilih dipojok hingga akhirnya teman bernama Asra menawarkan untuk tukar tempat dan duduklah saya di belakang kalian. Waktu itu yang duduk di baris depan adalah Fika dan Ikha dan di baris ke dua adalah Evi dan Elsa, lalu kemudian di belakangnya ada saya dan Ria. Saya lupa Ayu saat itu duduk di mana. Seiring berjalannya waktu   saya dan Elsa akrab,   mungkin karen...

Menghapus rangkaian

Merangkai.. Menghapus Merangkai.. Menghapus Begitukah jalannya? Apa yg dirangkai berakhir menghapus? Bak tertawa lalu menangis dan tertawa lagi. Aku melihatmu Menamaimu Mendukungmu Melindungimu Menembokkan diriku. Menangisimu Dilukaimu Perlahan pergi Dan mengapus lukaku, tangisku, tombokmu, perlindunganku, dukunganmu, namamu dan tak melihatmu Terlalu dalam yang tak kusadari Aku pergi. Aku ingin pergi Namun berkali kau tarik. Lalu aku mulai percaya akan kesalahan tuk menghapus. Aku mulai melihatmu. Melihatmu dan ku temui semakin luka mengendap Ah aku ingin pergi.. benar - benar pergi. Lalu kau datang, mengharap iba dan dengan hatiku yg terlanjur iba aku kmbali melihatmu. Lagi, lukaku semakin nampak. Aku ingin pergi, benar benar pergi. Hanya ingin tak kan ku mengiba lagi. Enyah saja kau dari hati anehku. Enyah saja kau dari tawa ria ku. Enyah saja kau dari semua cerita yang keluar tak terkendali dari mulutku. Jangan baik padaku. Aku cukup tau aku takkan mamp...

Jarak lagi - lagi memanjang

Kemarin bahkan kita masih bersenda gurau. Jarak ini begitu kejam, ia menumbuhkan rindu d hatiku tanpa henti. Bahkan, meskipun hanya melihatmu main game dan cuek Bahkan, meskipun malasmu bicara untuk merayu Di sini, meskipun hanya melihatmu. Aku begitu ingin. Hanya mendengar suaramu, aku begitu ingin. Aku ingin, Lagi. Mendengar keluhan - keluhan terpendam mu. Aku ingin. Lagi. Melihatmu sibuk dengan game di androidmu. Ku ingin, memandangmu terus dan terus meskipun hanya android yang terus kau pandangi. Baik - baiklah tatkala jarak itu kembali memanjang. Baik - baiklah tatkala jaringan di hembuskkan angin berbelok darimu. Baik - baiklah meski angka - angka yg tertulis di buku catatanmu membuatmu pusing. Hanya itu, baik - baiklah. Ada hati di sini yang tahan menahan rindu untuk kesuksesanmu. Kepadamu di malam mapacci 😊

Rindu

Rindu, Karena waktu, karena Jarak Rindu, Melamun, tersenyum lalu rindu. Rindu, Mengulang kisah, melamun, rindu ingin membuat kisah baru. Rindu, Menyita waktu, uring-uringan dan menggebu Rindu, Menyesali waktu yg tak terpakai Merencanakan momen saat waktu mmpertemukan Rindu, Aku rindu, rindu dan rindu Entah siapa yang rindu padaku namun tak nampak. Aku hanya fokus pada jiwa yg memberiku rindu. Tingkah, senyum dan kebiasaan. Yang menjadi kebiasaan d hari - hari yang telah lalu. Merencanakan itu akan terulang d pertemuan selanjutnya. Rindu membuatmu mengerti. Betapa berharganya waktu Dan betapa menyiksanya jarak. Asmwtii 29 - 04 - 2016