Pejuangku

"Pejuang berganti yah??", berulang kali hal tersebut berbicara dalam benakku. Setiap mengingat hal tersebut, aku senyum sendiri. Aku pernah ragu terhadapmu, selalu mendorongmu dan saya takut kau mulai tak serius dan pasrah hingga tahun ini datang.

Kini? Iya, aku yang pernah begitu bijak dengan nasehatku, kekhawatiranku dan kelihaian lidahku kini kaku dan segala nasihat aku "bulsh*tkan". "Aku realistis saja", "tidak, pokoknya saya maunya pasti -pasti saja", "Saya lagi tidak berani merangkai mimpi" semua kalimat itu dan sejenisnya mengalir dari mulutku tiap "pembangun" bertanya.

Bahkan untuk menjadi kartini cantikpun aku enggan, kata nanti terus saja mendengung di kepalaku. Aku bertanya ke sana ke mari hanya untuk mendapat alas. Tak jarang aku tak mampu menahan hujan yang seenaknya mengalir setelah membuat kerongkonganku perih.

Tiap kali aku berada di antar bunyi klakson, aku melamun, sendu dan kadang pula sumringah.

Hey pejuang. Ingatkah kau, aku pernah seolah membuntutimu dan berusaha memberimu senjata. Ku pikir ungkin kau pesimis karna tak pernah sedikitpun kuliat ketegangan di raut wajahmu. Kau bahkan selalu menyempatkan waktu untuk senantiasa memupuk rasa yang kau tanam melalui senyum itu.

Ah, kini aku mengerti. Aku bukan apa - apa di bandingkan kau. Aku makin tau, betapa beruntungnya aku mengenalimu meski tak sedalam kau memberi kasih dan rasa aman padaku.

Pinjamkan aku keberanian dan kekuatanmu, tidak akan lama. Aku ingin memakainya bahkan pada waktu kurang dari seratus hari.

Aku ingin kau disini, meneriakkan semangat bara setiap kali aku lalai dr perjuanganku. Kau tau kau kekuatanku.

#Kemerdekaan2016STrAb

Comments

Popular posts from this blog

Mari Lupakan Jarak Sejenak

Orang itu berkata

Pernah