Our dung Story
Hello
Fikha, Elsa dan Alm. Ikha.
How
I miss u now.
Kumpul
lengkap lagi bakalan mustahil
Saya
bahagia pernah melalui waktu dengan kalian.
Tapi
yang paling saya sesali adalah selama kita kuliah, pertemuan dan ngumpul bareng
menjadi sulit.
Bagaimana
kita mulanya bertemu…
Saat itu saya adalah siswa pindahan dari SMA 21 Makassar
ke SMA 2 Pinrang (sekarang SMA 6 Pinrang) dan kita dipertemukan di kelas XI IPA
1. Kita akrab bukan karena kalian baik untuk menyapaku dan menemaniku yang
masih baru di sekolah tersebut hehehhe. Sebagai siswa baru, saya tidak tahu
kursi yang mana yang menjadi tempat dudukku. Aku memilih dipojok hingga
akhirnya teman bernama Asra menawarkan untuk tukar tempat dan duduklah saya di
belakang kalian. Waktu itu yang duduk di baris depan adalah Fika dan Ikha dan
di baris ke dua adalah Evi dan Elsa, lalu kemudian di belakangnya ada saya dan Ria. Saya lupa Ayu saat itu duduk di mana.
Seiring berjalannya waktu saya dan Elsa akrab, mungkin karena kami tinggal di lokasi yang
sama dan sering pulang sekolah bareng. Entah bagaimana ceritanya akhirnya saya
dan Elsa yang duduk berdampingan di baris ke dua, sedangkan Evi pindah ke
belakang dan duduk berdampingan dengan Ayu. Kita menjadi berenam: Fika, Ika, Asma,
Elsa, Evi dan Ayu. Hal yang paling bermanfaat yang kita lalui berenam adalah
kita selalu kompak mengerjakan soal – soal yang diberikan guru.
Saking kompaknya kita bahkan pernah belajar bareng di
sore hari hari meskipun hanya berenam di sekolah. Kita masing – masing memiliki
kelebihan di mata pelajaran tertentu sehingga siapa yang paling pintar di mata
pelajaran tertentu itu maka dia jadi gurunya. Saya ingat betul waktu itu kita
ditipu oleh ayu, kita berlima disuruh untuk menunduk dan membaca ayat kursi (kecuali
Elsa yang tidak tahu tapi ikutan tunduk hahaha) waktu itu saya lupa tujuannya
tapi yang jelas Ayu membodohi kita :D. tapi kegiatan belajar bareng di sore
hari itu tidak lama.
Selain kompak belajar, tentu saja kita kompak foto heheh.
Foto dengan gaya yang alay dan aneh. Tidak peduli teman – teman kelas melihat,
kita tetap percaya diri dengan pose yang alay nya maksimal.
Penaikan kelas XII, dua orang di antara kita yaitu Ayu
dan Evi dipindahkan ke kelas XII IPA 2, jadilah kita cuma berempat. Kita tinggal
berempat, mungkin karena berkurang kita malah semakin dekat. Curhat tentang
keluarga, cinta dan persahabatan. Kerja tugas juga semakin kompak karena kita
duduk berdekatan, saya dan elsa di baris ke dua sedangkan Ikha dan Fikha duduk
dibaris ke tiga.
Pertama tentang Elsa, kita selalu pulang bareng. Pergi ke
sekolah tidak bareng karena saya selalu lambat. Elsa paling rajin. Banyak tugas
sekolah yang saya ingat untuk kerja gara – gara elsa hehe. Dia selalu datang di
rumahku meskipun hanya untuk bertanya saya sudah kerja tugas atau belum. Kalau sudah,
buku ku bakal di bawa pulang. Kalau belum, dia bakal minta penjelasan dulu
bagaimana cara kerjanya. Mau tidak mau tugas tersebut langsung saya kerja
sambil menjelaskan. Elsa paling polos di antara kita berempat. Paling gak neko –
neko. Ramah. Paling mengerti dengan bawel ku dan sensiku. Tapi saya mungkin
jarang mengerti perasaannya. Terutama saat saya datang bulan, kadang tiba –
tiba marah tidak jelas. Jika sudah marah begitu, dia hanya diam dan pergi untuk
bergabung dengan teman kelas lainnya. Setelah marahku reda baru dia kembali
hehehe. Pernah suatu waktu saya mengajaknya ke permandian sulili karena saya
begitu ingin berenang, setelah berenang saya tidak enak badan dan nyaris
pingsan. Dia yang ke sana kemari minta tolong. Betapa beruntungnya saya
mengenal orang ini. Kita berdua beda agama, di perjalanan pulang dari sekolah
jika waktu adzan dia dengan polosnya akan bertanya kenapa tidak singgah di masjid
untuk shalat hahhaa, maklum saja dia rajin ibadah jadi dia heran jika saya
tidak ke masjid. Jika dia bertanya seperti itu, saya hanya bisa menjelaskan
dengan hati – hati. Pernah juga saya ke rumahnya, di rumahnya ada anjing
peliharaannya, mamanya akan sangat berusaha agar anjing itu tidak mendekatiku. Saya
selalu salut dengan cara mereka memperlakukan saya. Namun pernah juga ketika di
rumahnya, ada tamunya yang heran karena Elsa punya teman yang memakai jilbab. Hal
yang paling lucu dari dia adalah ketika dia minta Akbar membaca surat yasin dan
tanpa alasan dia menangis mendengarnya. Hahaha.
Tentang Fikha, dia yang paling lembut di antara kami. Paling
jago bahasa inggris dan paling anggun. Rumahnya adalah tempat yang paling
sering kami tempati ngumpul. Karena lembutnya, kadang hanya untuk memarahi
orang lain yang rese’ padanya dia memintaku untuk mewakili. Itu adalah kejadian
paling konyol ketika bukan saya yang marah tapi saya dipaksa untuk marah pada
orang yang rese’ padanya -_- . Fikha
selalu positive thinking, jadi kadang kadang kami bertiga kewalahan
menasehatinya untuk sadar bahwa ada yang tidak baik padanya. Fikha adalah orang yang selalu menertawai
cara bicaraku yang katanya super cepat, cara jalanku juga cepat dan pose fotoku
hahaha. Dia selalu peduli pada penampilan, selalu bertanya tentang jilbabnya
bengkok atau tidak, tentang rok nya jojon atau tidak -_- . Dia juga adalah
orang yang paling banyak kata mutiara dan selalu percaya pada kata motivasi. Masalah
cinta, dia selalu bertanya padaku, seolah – olah saya paling jago dalam cinta,
padahal saya waktu itu lagi jomblo akut nya hahahha. Dia pernah minta izin ke
toilet hanya untuk nangis (peace Fikha), saya yang sok tahu ini menyusul dan di
depan pintu toilet memanggilnya berkali – kali karena mendengar suara tangisnya
(kayak sinetron anak2 SMA ini adegannya :D). Saya, fikha dan ikha sama – sama suka
westlife, tapi yang paling gila westlife adalah fikha :D playlistnya kebarat –
baratan padahal dilarang dengar lagu barat sama orang tuanya :D. Saya paling
suka saat dia menceritakan kelucuan keluarganya. Dia pintar menyetir tapi tidak
pernah bawa kami jalan – jalan :D. Dia terlalu baik, saking baiknya dia tidak
tega menawar saat berbelanja. Jadi setiap kali berbelanja dia mengajakku dan
jadilah saya juru bicaranya setiap kali menawar -_- . dia selalu tertawa saat berbelanja karena
ucapanku yang selalu mengatakan “banyakji uangnya bapak nak” :D.
Lanjut tentang Ikha. Dia paling cuek di antara kami. Sering
di saat ngumpul dia gak bisa datang, alasan rutinnya, malas, lagi M dan sakit
perut, dimarahi mamanya. Dia paling lucu
saat ketawa. Lucu saat menirukan cara bicara mamanya. Lucu saat menceritakan
cerita tentang mamanya dan dia paling senang saat cerita tentang ayahnya
membelikan sesuatu atau ayahnya datang dari perantauan. Dia tidak bisa minum
jika airnya tidak dingin. Paling kental logat bugisnya. Teman diskusi tentang
strategi untuk selamatkan Fika hahaha. Diantara kami berempat, Cuma saya dan
dia yang gila korea dan sama – sama suka Super Junior. Paling senang kalo dia
datang di rumahku ngajak jalan pake mobil padahal sekedar keliling kota. Dia setiap
bulan ada absennya karena selalu sakit perut tiap M. Dia yang paling rajin ke
kantin, meskipun ke kantin Cuma sendiri. Dia orangnya sangat mandiri.
And here we are
Kita berenam kembali berpose menjelang pengumuman kelulusan
Saat kuliah, kami kuliah di Perguruan Tinggi Negeri
berbeda. Ikha kuliah di Universitas Hasanuddin jurusan Farmasi, Fikha kuliah di
Universitas Negeri Makassar jurusan pendidikan Bahasa Inggris, Elsa kuliah di
Akademi Teknik Industri Makassar jurusan Teknik Industri dan saya kuliah di
Politeknik Negeri Ujung Pandang jurusan Administrasi Bisnis. Meskipun lokasi
tempat tinggal saya, elsa dan ikha berdekatan namun nampaknya kami tetap sulit
bertemu. Hal tersebut karena Ikha punya jadwal kuliah dan tugas yang padat
sedangkan saya dan elsa sibuk dengan kegiatan organisasi. Kami bertemu bahkan
setelah setahun berlalu. Tanpa kehadiran Elsa, saya dan Ikha ke kostnya Fikha. Kami
menginap dan menceritakan banyak hal. Kami tidur bersema. Keesokan harinya kami
karaoke bareng dan lanjut ke Pantai Losari. Kami naik taxi ke pantai, itu lucu
bagi kami karena kami terus mengawasi angka di taxi tersebut hahaha takut
kemahalan.
Pada pertemuan ke dua, kami akhirnya ngumpul lengkap. Kami
karaoke bareng. Itu juga adalah terakhir kali kami ngumpul lengkap. Beruntung ada
rekaman videonya. Saya menulis inipun karena saya baru saja menonton video itu.
Betapa kami nyaman satu sama lain. Tidak ada yang cerita belakang saat ada yang
tidak ikut perkumpulan.
Setelah perkumpulan terakhir itu, saya hanya bertemu ikha
saja. Saya berkunjung ke rumah kontrakannya, dan kami sepakat untuk jalan ke
benteng Fort Rotterdam. Dia bilang dia tidak pernah ke tempat itu, makanya saya
mengajaknya. Rencana itu begitu mendadak sehingga tidak sempat mengajak fikha
dan elsa.
Pertemuan selanjutnya, ketika ikha berulang tahun ke 21. Entah
ada angin apa saya beli kue untuknya. Saya mengajaknya ke RM. Nike Ardilla dan
merayakan ulang tahunnya di sana. Dia begitu senang dan berkata itu pertama
kalinya ada orang yang merayakan ulang tahunnya. Kami menceritakan banyak hal
hari itu karena kami tinggal lama di restoran tersebut dikarenakan hujan yang
begitu deras dan lama baru redah.
Hal yang tak ku sangka adalah hari itu
terakhir aku melihatnya. Padahal kami sepakat akan merayakan ulang tahun bareng
di tahun depan. Saya sama sekali tidak tahu bahwa penyakitnya begitu serius
setelah pertemuan itu hingga kabar terakhir yang ku dengar adalah kepergiannya.
Kami memang tidak berkomunikasi baik karena jaringan di rumah kontrakannya
begitu buruk. Dia juga tidak mengabari tentang sakitnya. Tenang di alam sana
sahabat.
Sulit rasanya untuk ngumpul lagi jika ada yang hilang di
antara kita. Namun apapun itu, semoga hubungan ini akan terus berlanjut hingga
nanti. Saya beruntung bertemu dan bersahabat dengan kalian. Semangat untuk Elsa
yang sekarang sudah kerja di mamuju. Semangat juga untuk Fikha untuk skripsinya
dan tetap istiqamah dan tambah shaleha. Semangat untuk diriku juga










Comments
Post a Comment