Ketika Berlalu
Ketika berlalu, bagiku hanyalah keikhlasan.
Ikhlas melepaskan seseorang yg pernah kita ukir tuk masa depan.
Ikhlas membelokkan semua arah rencanamu.
Ada beberapa orang yg ku tinggalkan di masa lalu.
Tidak semua ku sikapi sama.
Menurutku, aku memperlakukan mereka berbeda - beda namun tetap adil.
Ada orang yg lebih dulu meninggalkanku dengan alasan yg jelas, orang2 seperti ini yang paling sulit, aku tak biasa dengan kata tiba2. Aku selalu butuh waktu tuk memulihkan diri.
Ada orang yg pergi juga tiba2 tanpa tahu tuk membuat alasan yg tepat (dibumbui kebohongan). Dia boleh lebih dahulu pergi, tapi aku bahkan dengan cepat menyesuaikan diri dan untuk mengenangnya pun aku tak bisa lagi (bedakan ingin dan bisa). Orang seperti ini tdk menyisakan dendam bagiku namun rasanya benar2 aneh, aku tdk benci maupun suka, tapi ada rasa seperti kau benar2 tdk mengenalinya bahkan untuk bicarapun tidak. Untuk org seperti ini, saya bahkan mampu menatapnya lama tapi begitu malas bicara. Mungkin seperti melihat org yang tidak kamu kenal.
Ada orang yang pergi karna memang ingin pergi dan memetakan secara jelas mengapa ia pergi. Aku tidak membenci orang seperti ini. Bahkan jika dia bicara padaku, aku akan menyapanya dan bicara. Aku juga tidak enggan menyapanya terlebih dahulu, tapi jika dia terlihat acuh dan salah paham, aku tdk akan mengulang tuk menyapa hingga dia yang memulainya.
Ada orang yg pergi karna saya yang memberi kode untuk pergi. Aku memberi kode untuk pergi mungkin karna aku tak ingin menyakitinya hingga aku membebaskan dia tuk menentukan jalannya. Jika dia ingin tetap menjalin komunikasi aku bisa namun takkan menjadi prioritas (teman biasa). Tapi untul yang kuberi kode untuk pergi karna menyakitiku, maka itu betul2 mbahagiakan bagiku jika kau tak muncul di hadapanku. Org yang menyakitiku tak kan ku beri kesempatan tuk terus menerus menyakitiku.
#ForMinus
#Life
#ICanLiveWithoutYou
#JanganGR
Comments
Post a Comment