Masih Menunggu

Sejak akhir bulan lalu berulang kali dia bertanya kapan waktu yang tepat untuk berkunjung di tempatku?.
"Menurutmu, bagusnya kapan?" tanyanya via chat media sosial.
Aku bingung di sela waktuku yang sempit mengapa dia harus datang? Tidak bisakah bulan depannya lagi? Bukannya tidak senang, saya tahu persis bagaimana saya ingin jalan dan menghabiskan waktu dengannya. Akhirnya aku ikut saja jadwal yang diinginkannya.
Harusnya hari Rabu kemarin saya ke kota tempatku membuat KTP. Banyak surat -surat penting yang perlu di urus setelah hilang karena dijambret. Namun, rencana itu batal karena waktu yang begitu sempit dan kuputuskan urusan itu diurus bulan depan saja.
Hari ini via media sosial dia memberi informasi berangkat jam 15.00. Aku mulai tidak fokus pada hal lain selain menunggu dan menduga - duga sendiri. Kemungkinan dia tiba malam hari. Aku bertanya sendiri, akankah dia tiba lebih cepat? Bisakah kami menyempatkan waktu bersama di cafe nanti? Atau dia akan kelelahan kemudian kami tak sempat bertemu hari ini dan menunggu esok. Tapi, besok saya begitu sibuk. Menunggu begini benar - benar mengganggu pikiranku. Saya begitu merindukannya meski saya tahu dia tidak akan melakukan hal romantis saat bertemu nanti.
Menunggu dengan tidak sabar dan melakukan hal - hal konyol hanya untuk menunggu waktu berlalu. See u boss.

Comments

Popular posts from this blog

Mari Lupakan Jarak Sejenak

Orang itu berkata

Pernah