Jangan dipaksa hingga berat sebelah
Ini tentang kita.
Kita yang semestinya mengikat saling mendukung
Aku bukan mereka yang memotivasi dengan kelembutan.
Aku adalah yang memperlihatkanmu apa yang nyata akan kau hadapi.
Ini tak akan menjadi kita bila hanya berat sebelah.
Siapa bilang, ini berlaku tuk sejoli
Ini tetap berlaku pada ikatan lebih.
Sesal datang terlalu terlambat terpaksa dikatakan tepat waktu.
Setelah berkali berkata itu hanya kekeliruan diri.
Anggap saja ia biasa ketika dia seperti yang biasa.
Kenapa harus d paksa menjadi kita?
Toh tetap saja ini biasa meski diri pandai mencairkan suasana.
Yang ceria tetap butuh hiburan.
Diri berhenti adalah langkah yang tepat.
Tanpa rasa dendam pun, beban benar2 hilang.
Jika diri mampu membuat yg semestinya dibuat, lalu mngapa dia tetap bertahan pada diam dan membela diri?
IYA. Karena sejatinya ini tertimbang sebelah. Ini berat sebelah.
Kini bicara berarti bulshit dan diam berarti munafik !
~eds. BF. 22 Juni 2016
Comments
Post a Comment