Pernah
Pernah, di setiap pukul 13:00 kita mulai tatapa wajah setiap hari di setiap weekday dan kemudian saling berpaling pada pukul 17:30. Pada masa aku sibuk pada duniaku sendiri beberapa orang simpang siur dihidupku.
Kita bercerita tentang kehidupan, asmara dan perkampungan. Sebenarnya harus ku akui aku tak sedikitpun berpikir untuk lebih dari sekedar teman denganmu. Bagiku, hanya karena sering saling bercerita bukan berarti kita lantas bersahabat.
Meski saat sekumpulan dari kita menjauhimu namun saya teguh tetap berbicara dan mendengar curhatanmu. Aku pikir perilaku tersebut sudah menjadi kebiasaanku, tidak bisa melihat orang dikucilkan.
Ternyata bagimu itu adalah kehangatan.
Betapapun buruk sangkaan mereka terhadapmu, seperti biasa aku cuek dan tetap berteman denganmu karena bagiku itu menjadi hak dan batasanmu.
Pernah satu kali aku merajuk, kau begitu peka dan meminta maaf via inbox media sosial meski tak kau ketahui apa kesalahnmu. aku hanya membacanya tanpa membalas dan membahas perihal merajuk kekanak kanakanku. Aku memang seperti itu, bahkan jika kau hanya mengatakan "ma" yang terpenggal dari kata "maaf" maka aku akan senang luar biasa dan semua hal yang membuatku merajuk akan lenyap seketika. Aku menjadi seolah - olah tak terjadi apa - apa dan kita kembali menjalani hari seperti biasa.
hingga akhirnya kita harus berpisah setelah melewati satu lusin bulan. Meski mendadak dan tak dapat pamit dengan baik, hal yang paling menyenangkan buatku adalah ketika saya dalam perjalanan menjauh dari kota tempat kita bertemu, sms mu masuk di ruang pesan handphone ku, kau mengatakan terimakasih karena saya telah menjadi sahabatmu.
Bukan tak mengakuimu sahabat, aku terbiasa berpikir bahwa aku bukan orang yang baik untuk menjadi sahabat. Betapa terharu perasaanku ketika kau mengatakan hal tersebut meski hanya via sms.
Di kota berbeda, kau masih menelponku sesekali atau tak lupa menyapa d media sosial. Aku pikir kau orang yang begitu baik dan selalu mengingat.
Tapi benar kata scheduler dalam drama 49 days bahwa sifat manusia selalu berubah - ubah. Entah bagaimana, aku seperti hilang bagimu setelah kau kembali di tempat asalmu. Betapapun aku terus mencari kontakmu dan berusaha menjalin komunikasi tapi itu tetap tak mengubah keadaan kini.
Atau mungkin benar bahwa setiap orang dalam kehidupan kita memiliki durasi tersendiri.
#bf
#java
Comments
Post a Comment